Welcome to My Website

Lowongan Touch International Education

Diposkan oleh nuur wachid abdul majid Sabtu, 20 Agustus 2011 0 komentar

Download syarat-syarat dan ketentuannya disini

download CRACK

Diposkan oleh nuur wachid abdul majid Sabtu, 22 Januari 2011 0 komentar

Jika anda ingin mendownload crack QXDM, silakan klik disini

Klasifikasi Speed Operator

Diposkan oleh nuur wachid abdul majid Selasa, 12 Oktober 2010 0 komentar

GSM (global system for mobile communications)

1 G = NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System).
2G = GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution)
3G = W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS / Universal Mobile Telecommunication System)
3,5G = High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA)

HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun)

HSUPA (high speed uplink packet access) adalah perkembangan berikutnya dengan kecepatan Up to 5,6 Mbps

Perkembangan teknologi komunikasi akan memasuki babak baru dengan hadirnya teknologi long term evolution (LTE). Teknologi ini memungkinkan pengguna ponsel men-download file berukuran 700 MB dalam waktu kurang satu menit dan mampu menembus, kecepatan unduh hingga 100 Mbps.



CDMA (codelivision multiple access)

2G = PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA.
3G = 1xEV-DO
3,5G = EV-DO (Evolution Data Only) ato (Evolution Data Organized) Rev. A dengan Kecepatan 3,1 Mbs
Perkembangan selanjutnya adalah Teknologi EV-DO Rev. B lalu ke LTE (long term evolution )

Klasifikasi Koneksi Internet

Diposkan oleh nuur wachid abdul majid 0 komentar

script tugas java

Diposkan oleh nuur wachid abdul majid Minggu, 25 Oktober 2009 1 komentar


script sigma



Script ganjilgenap



script dua bilangan

Mengedit Video dengan Adobe Premiere Pro

Diposkan oleh nuur wachid abdul majid Selasa, 20 Oktober 2009 2 komentar

Langkah-langkahnya :

1. Jalankan program Adobe Premiere Pro yang telah terinstal pada PC. Kotak dialog pembuka akan ditampilkan seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 1.1

2. Buat project baru dengan klik tombol New project.

3. Selanjutnya akan tampil kotak dialog New Project. Pilih DV-PAL Standar 48 KHz.

4. Pilih lokasi penyimpanan file dengan klik tombol Browse.

Gambar 1.2

Mengenal lingkungan kerja Adobe Premiere Pro

Garis besar lingkungan kerja Adobe Premiere Pro terdiri dari 3 bagian utama yaitu:

1. Project Window, yang berada pada sebelah kiri atas.

2. Monitor Window, yang berada pada sebelah kanan atas, dan

3. Timeline Window, yang berada disebelah kiri bawah.

Memulai Proses Capture

Proses capture dapat dilakukan dengan salah satu cara berikut:

1) Klik File > Capture, atau

2) Tekan tombol F5

Gambar 1.3

Setelah itu akan tampil kotak dialog window Capture. Apabila PC terkoneksi dengan DV Camcorder secara baik maka pada Window Capture ini akan tampil video yang ada pada DV Camcorder.

1. Pada tab Clip Data yang berasal di dalam window Capture di sebelah kanan, ubahlah isian Tape Name dan Clip Name. Isian ini merupakan penamaan otomatis untuk clip-clip hasil capture.

2. Klik tap Setting yang berada di samping tab Logging

3. Tentukan tempat penyimpanan hasil capture melalui pilihan Capture Location. Di dalam Capture Location terdapat dua isisan, yaitu:

i) Video (Pilihan lokasi untuk menyimpan file video)

ii) Audio (Pilihan lokasi untuk menympan file audio)

4. Ubah isisan lokasi sesuai keinginan dengan klik tombol Browse.

5. Atur Device Control yang letaknya masih berada di dalam tab Setting. Klik tombol Options.

6. Selanjutnya akan tampil kotak dialog DV Device Control Options. Pada Video Standar, isi dengan format PAL. Device Brand. Untuk merek DV Camcorder yang digunakan saat ini, pilih Sony. Lalu pilih Device Type sesuai dengan tipe dari DV Camcorder. Yang terakhir, pilih metode Timecode Format. Apabila DV Camcorder telah terhubung dengan baik, maka pada pilihan Check Status akan tampil keterangan Online. Selanjutnya klik OK.

7. Kendalikan DV Camcorder melalui window Capture menggunakan tombol-tombol control yang berada dibawah monitor.

8. Untuk memulai proses capture, caranya:

a. Klik tombol Play pada control.

b. Tekan tombol Record maka Adobe Premiere Pro akan melai meng-capture video jasil shooting concert music.

9. Untuk menghentikan proses capture, tekan tombol Stop.

10. Selanjutnya akan tampil kotak dialog Save Capture File. Isi nama file, kemudian klik tombol OK.

11. Selain tombol Play dan Stop. Masih ada tombol control yang lain, yaitu Rewind dan Forward yang akan memutar mundur dan maju video.

12. Setelah file video hasil capture disimpan, maka file-file video tersebut akan tampil pada Project Window.

13. Susun clip-clip tersebut ke dalam Timeline Window dengan cara drag.

b) Editing Video dan Audio

Proses editing video dalam kegiatan video production ini adalah kegiatan mengolah file video hasil shooting tang telah diubah ke dalam bentuk file digital dengan menggunakan computer. Kegiatan ini meliputi pemotongan segmen film, penggabungan beberapa hasil rekaman film, memberikan efek transisi, menambahteks, mengolah suara, animasi, dan lain sebagainya hingga akhirnya dihasilkan out-put seperti video clip, spot iklan, dan lain-lain.

(1) Membuat project baru

§ Pada langkah ini caranya sama persisi dengan cara diatas tadi yang sudah dibahas sebelumnya

§ Untuk membuat project baru, jalankan program Adobe Premiere Pro hingga tampil kotak dialog pembuka seperti Gambar berikut

§ Klik tombol New Project untuk membuat project baru.

§ Selanjutnya akan tampil kotak dialog New Project. Klik Preset “DV-PAL Standar 48 KHz” lalu pilihlah lokasi penyimpanan file dengan klik tombol Browse. Isi nama project pada kotak Name dengan nama video concert, kemudian klik OK.

§ Akan tampil area kerja Adobe Premiere Pro seperti melihat pada gambar berukut.

Gambar

" Catatan : Apabila tampilan awal tidak tampak seperti gambar diatas Ubah seting monitor ke resolusi 1024 x 768 kemudian klik menu window >> workspace >> Editing.

(2) Menyimpan Project

Setelah sudah membuka dan memulai project, kini akan memulai menyimpan hasil yang sudah dibuat. Cara menyimpan project adalah :

§ Pilih menu File > Save

§ Pilih menu File > Save As, jika ingin menyimpan project dengan nama yang lain.

§ Plih menu File > Save a copy, jika ingin membuat salinan project.

§ Ketik nama file pada kotak isian Name dan klik save

(3) Mengimport File-file

File-file yang akan diimport seharusnya sudah didalam harddisk. Selanjutnya untuk proses import file, ikutilah langkah-langkah berikut :

§ Klik menu File > Import sehingga akan tampil kotak dialog import seperti pada Gambar

Gambar

§ Selanjutnya pilih semua file hasil shooting concert music, dengan menyorot semua file yang dibutuhkan.

§ Klik tombol Open untuk melanjutkan proses impor.

§ Semua file yang diimport akan tampil dalam Project Window. Perhatikan Gambar

Gambar

(4) Menyusun File

Untuk menysun file-file yang ada pada project window ke dalam Timeline, caranya adalah sebagai berikut:

§ Drag file PAS 01.avi ke dalam Timeline Window pada layer Video 1. Hasilnya akan tampak seperti Gambar di bawah. Secara otomatis file audionya akan ditempatkan pada layer Audio 1.

Gambar

§ Perhatikan juga tampilan pada Monitor window. Tampilannya akan terlihat seperti pada Gambar berikut.

Gambar

§ Untuk memasukan file lainya, caranya sama seperti diatas, yaitu klik+drag video PAS ke dalam timeline, apabila file yang terakhir mau kita taruh belakang file pertama, caranya agar penempatannya lebih presisi yaitu sambil kita klik+drag kita tekan tombol Ctrl pada keyboard, kemudian lepaskan apabila sudah terlihat garis diakhir file pertama. Lihat Gambar berikut

Gambar

(5) Mengubah size tampilan timeline

Apabila tampilan Timeline pada kurang jelas, tampilan skala waktu terlalu kecil, gunakan tombol Zoom-In dan Zoom-Out yang ada di sebelah kiri kiri Timeline window.

Cara mengubah zoom ini adalah:

§ Klik Zoom Tool ( ) pada Timeline window.

§ Perhatikan Gambar di bawah ini. Untuk memperbesar atau memperkecil skala waktu pada timeline, drag ke kanan atau kekiri pada symbol triangle

( )

Gambar

Setelah diperbesar dengan menggeser triangle ke kanan, tampilan timeline akan terlihat seperti Gambar di atas. Untuk menggunakan source pada keyboard yaitu tekan (+) utuk memperbesar, dan tekan (-) untuk memperkecil timeline.

Klasifikasi Shoot Dasar

Diposkan oleh nuur wachid abdul majid 0 komentar

��
Extreme Close Up (ECU)
Extreme Close Up (ECU) atau Big Close Up (BCU) atau Tight Close Up (TCU) merupakan bidikan camera lebih ekstrem dari Close Up. Tujuannya, penonton agar benar-benar tertuju pada wajah. Extrem Close Up ini digunakan apabila ekspresi wajah atau obyek penting secara dramatis, penonton memusatkan perhatian secara ekstrem pada bagian ini, dan mengesampingkan bagian lainnya. Kadang Lebih Ektrime lagi, yaitu camera dibidikkan pada bagian dari wajah, misalnya: mata, mulut, hidung, atau telinga saja.
��
Close Up (CU)
Close Up (CU) adalah bidikan kamera bidikan kamera (shot) sangat dekat pada orang atau obyek. Tujuannya, penonton tertuju pada wajah. Close Up ini digunakan bila ekspresi wajah atau obyek penting secara dramatis dan penonton memusatkan perhatian pada bagian ini serta mengesampingkan bagian lainya.
��
Medium Close Up (MCU)
Medium Close Up (MCU) merupakan bidikan kamera cukup dekat pada subyek tetapi mencakup juga obyek lain yang dekat.
��
Medium Shot (MS)
Medium Shot (MS) adalah bidikan kamera dengan sudut lebar pada subyek, tetapi bukan latar belakang keseluruhan.
9
��
Long Shot (LS)
Long Shot (LS) menampilkan seluruh badan. Besarnya objek sekitar 1/3 sampai ¾ dari lebar layar.
��
Very Long Shot (VLS)
Very Long Shot (VLS) adalah bidikan kamera sangat jauh.
��
Two Shot dan Group Shot
Two Shot adalah bidikan kamera pada dua karakter pada dua karakter yang biasanya dekat dengan kamera.
(b)
Perpindahan Camera
��
Pan
Perpindahan camera secara panning yaitu yaitu camera bergerak dari kiri ke kanan tapi terkunci pada porosnya. Sama halnya saat anda menoleh ke kiri dank e kanan, porosnya adalah leher anda.
��
Ped
Pergerakan camera ke atas dan ke bawah pada satu titik poros. Perpindahan ini ibarat anda naik dan turun tangga. Tangga adalah titik porosnya.
��
Tilt
Perbedaan Ped adalah Tilt ibarat anda sedang menengadah ke atas dan menunduk ke bawah, titik porosnya sama dengan perpindahan panning yaitu leher anda.
��
Truck
Pergerakan Truck pada dasarnya adalah Dolly yang bergeser kearah kiri dan kanan. Kalau ditinjau dari pergherakan Truck, maka Dolly adalah Truck ke depan dan ke belakang.
10
��
Arc
Pergerakan Arc adalah perpindahan yang perpindahan yang membuat gerakan melingkar. Hampir sama dengan Panning, Cuma pada Panning terkunci pada poros, sedangkan Arc kesemua perangkat camera ikut bergerak.